Kamis, 07 November 2013


Positive Mental Attitude Instrument

Berfikir negatif atau positif adalah pilihan. Setiap orang selalu punya kendali untuk memilih pikirannya. Namun tidak setiap orang bersedia mengubah pikirannya. Lembar ini akan membantu kita untuk mengoreksi pikira kita menjadi lebih positif.

Hari
Pikiran Negatif
Seharusnya dapat diubah menjadi
1
Contoh :
Duuh males sekali kuliah, banyak tugas lagi...
Mmh.. muncul rasa malas wajar..tapi harus bisa saya lawan, karena kalau tidak dilawan berarti saya tidak bersyukur sudah berkesempatan kuliah, tidak bersyukur sudah mendapatkan peningkatan keterampilan dari mengerjakan tugas, tidak berterima kasih sama orang tua, jadi saya akan lawan rasa malas saya..saya akan lebih rajin lagi.
2
Belum bisa move on dan selalu melihat ke belakang, belum bisa memilih dan memilah banyak pilihan dengan tepat dan akurat.
Mungkin melihat ke belakang boleh sebagai pelajaran dan belajar dari kesalahan yang sudah terjadi, tapi saya hidup itu maju ke depan bukan mundur ke belakanng dan hidup saya untuk masa depan yang cerah dan bahagia bukan masa lalu yang kelam.
3
Selalu berpikir menyimpang bila melihat wanita yang cantik dan menarik perhatian.
Saya sadar bahwa pemikiran seperti itu tidak baik dan sudah zinah mata, saya sadar bahwa keindahan di dunia itu hanya titipan dan bersifat sementara dan saya takut kalau terus menerus berpikiran seperti itu suatu hari akan menjadi karma di keluarga saya terutama adik saya.
4
Selalu menunda-nunda tugas kuliah/ organisasi dengan berpikir kalau besok masih bisa dikerjakan.
Dengan menunda-nunda tugas awalnya saja yang enak tetapi dampak dari menunda-nunda itu yang besar, banyak waktu yang terbuang sia-sia, tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
5
Selallu berpikir untuk mengambil barang orang lain yang terlihat bagus dan menarik
Setiap melihat barang orang lain yang menurut saya bagus dan menarik, saya selalu berniat untuk mengambilnya, tapi saya selalu ingat akan dosa yang didapat atas pemikiran tersebut, saya selalu menggagalkan sisi jahat saya dan mengurungkan niat buruk untuk mengambil.
6
Selalu berpikir bahwa orang yang terdekat marah bila tidak membalas sms dengan segera.
Mungkin orang terdekat saya tidak bisa membalas sms dengan segera itu ada alasannya, misalnya dia sedang belajar, atau sedang ada telepon penting atau sedang menerima tamu.
7
Selalu berpikir curiga terhadap orang lain.
Saya selalu seenaknya menilai orang lain tanpa tahu bagaimana orang itu sebenarnya. Mungkin saya melihat orang lain itu sombong, angkuh, tidak ramah padahal sebenarnya orang itu baik hati, ramah dan tidak sombong.

 

Nama              : Mega Tamia
NPM                : 170103110154
Jurusan           : Administrasi Kepegawaian
Mata Kuliah     : Psikologi Kepegawaian

 

Dokumentasi Bimbingan Konseling Indonesia Berpikir Positif
 

Rabu, 06 November 2013

Possitive Mental Attitude Instrumen

Nama            : Adellia
Npm           : 170103110155
Jurusan       : Administrasi Kepegawaian

Positive Mental Attitide Instrumen

Berfikir negatif atau positif, adalah pilihan. Setiap orang selalu punya kendali untuk memilik pikirannya. Namun tidak setiap orang bersedia mengubah pikirannya. Lembar ini akan membantu kita untuk mengoreksi oikiran kita menjadi lebih positif.

Hari
Pikiran Negatif
Seharusnya Dapat Diubah Menjadi
1.
Kenapa sih sikapnya jadi beda, jadi pendiam dan ga ceria…
Coba telusuri apa penyebabnya , mungkin dia berbeda karna lagi memiliki masalah yang belum bisa diselesaikan dan belum bisa berbagi sehingga sikapnya jadi beda karena dia memiliki tekanan dari masalah tesebut atau mungkin dia lagi ga mood. Jadi, coba mengerti setiap orang dengan segala keadaannya dari berbagai sisi.
2.
Ga berani angkat tangan buat jawab pertanyaan dosen, malu dan takut salah
Setiap mahasiswa tidak belajar untuk menjadi benar tapi menjadi untuk berani mengekspresikan segala bentuk pemikiran yang dimiliki. Dosen tidak akan menjatuhkan mahasiswanya yang menjawab pertanyaannya dengan salah, justru dosen malah sangat menghargai bagi mahasiswanya yang berani untuk merespon segala pertanyaannya. Jadi, malu dan takut salah itu engga penting karna hanya membuntuh rasa percaya diri kita saja dan menghambat diri kita untuk maju.
3.
Takut ahhh kalo pendapat saya ga di terima, jadi lebih baik diam.
Diam tidak akan membuat masalah menjadi lebih baik,  sebagus apapun pendapat orang lain kita juga harus percaya diri dan sadar kalo kita punya hak untuk didengarkan , jadi jangan takut kalo pendapat kita tidak terima. Setidaknya kita sudah menyalurkan pendapat yang kita punya daripada tidak memberikan masukan apapun.
4.
Diselingkuhin terus,, kapok ah jatuh cinta.
Setelah hujan pasti akan ada pelangi yang indah dilangit, begitu juga dengan kisah ini. Jangn tanya kenapa diselingkuhi terus tapi bertanyalah pada hati dan dirimu.. diaman letak penyebabmya dan apakah hikmah dari semua ini. Mungkin saja kamu harus dipertemukan dengan orang yang salah sebelum kamu mendapatkan yang orang tepat. Jadi tetap optimis dan berfikir positif kalo suatu saat pasti akan ada orang yang benar-benar amanah menjaga hatimu.
5.
Aduh belum ditransfer, gimana nih nanti mau main sama temen-temen.
Inget bahwa orang tuamu tidak akan membiarkanmu kelaparan meski mereka harus kelaparan demi kamu. Keterlambatan transferan bisa terjadi karena mungkin orang tua mu belum ada uang untuk dikirim atau belum sempet ngirim, atau lupa karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.  Jangan memaksakan diri dan menuntut orang tua untuk memenuhi sesuatu yang belum tentu baik untukmu.
6.
Males ah baca buku, soalnya tebel banget
Buku itu jendela dunia, dengan membaca kita jadi lebih tau tentang hal-hal yang kita tidak tahu sebelumnya. Cobalah untuk memiliki rasa ingin tau dan penasaran dengan buku yang tebal itu, atau memotivasi diri untuk sekedar membaca prolog buku itu. Lawan rasa malas yang bisa membentuk diri mu menjadi pemalas. Selama masih muda dan selama masih diberikan kenikmatan untuk melihat maka manfaatkanlah matamu sebaik-baiknya terutama untuk membaca karna itu sangat memberikan manfaat buat hidupmu.

Kamis, 31 Oktober 2013


Continuing Professional Development

 

Continuing Professional Development (CPD) merupakan program pengembangan yang dilakukan secara terus-menerus melalui program pembelajaran berkelanjutan sebagai dasar penguatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan perilaku.

Tujuan CPD ini adalah untuk memutakhirkan derajat pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan perilaku.  Melalui CPD, pegawai dituntut untuk meng-update  pengetahuan, ketermpilan, kemampuan, dan perilaku yang dimiiki agar sejalan dengan tuntutan lingkungan strategik dan perkembangan dalam dunia usaha.

Prinsip dasar CPD ini adalah continual improvement in action. Yang mana setiap pegawai atau karyawan dituntut untuk senantiasa melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continius improvement) dari yang paling kecil hingga yang paling mengesankan.

Dalam budaya Jepang, istilah perbaikan yang berkesinambungan  dikenal dengan nama Kaizen, yang berarti selalu melakukan perubahan secara terus-menerus , baik secara perlahan ataupun secara drastis. Prinsip dari kaizen adalah “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”. Continius improvement yang melibatkan seluruh karyawan atau pegawai dan sumber daya finansial yang tidak terlalu besar, namun memberikan dampak yang mengesankan.

Menurut Mulyadi (2005:422), faktor yang benar-benar menjadikan suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lain adalah terletak pada kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan pengetahuan. Oleh karena itu, faktor penentu daya saing jangka panjang perusahaan terletak pada kemampuan sumber daya manusia organisasi dalam memanfaatkan pengetahuan yang mereka kuasai untuk memberikan suatu nilai kontribusi yang berarti bagi perusahaan.

 

KNOWLEDGE MANAGEMENT

 

Tugas utama HRD yaitu membangun Intangibles pada setiap karyawan, dimana Intangibles merupakan aset Perusahaan yang tidak terlihat dan tidak berwujud namun dalam pengembangannya sangat luas dan tidak terbatas. Intangibles terbagi menjadi 2 (dua) yaitu, Internal Intangibles dan Eksternal Intangibles. Internal Intangibles melekat pada orang-orang yang memiliki keahlian (skill) di dalam bidang pekerjaannya dan dalam memimpin Perusahaan. Pengetahuan (knowledge) karyawan yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan organisasi yang mempengaruhi Intenal Intangibles. HRD yang baik dapat menerapkan nilai dan budaya kerja pada setiap karyawan untuk menciptakan kerja sama yang baik agar masing-masing karyawan dapat berkontribusi semaksimal mungkin untuk memajukan Perusahaan.

Selain fokus dalam membangun Internal Intangibles Perusahaan juga harus memperhatikan Eksternal Intangibles yang berupa dukungan (support) dari masyarakat dimana support itu akan menghasilkan masyarakat yang mempromosikan hasil produk tanpa diminta atau dibayar oleh Perusahaan (Brand Image) sehingga masyarakat secara terus menerus menggunakan produk dan tanpa disadari produk tersebut sudah melekat pada pikiran masyarakat (Brand Loyality), dengan begitu Perusahaan mendapatkan kepercayaan (trust) dari masyarakat sehingga membuat reputasi (reputation) Perusahaan tetrsebut menjadi baik dan mendapatkan citra positif dimata masyarakat.

 

HRD Pada Abad Ke-21

            HRD pada abad ke-21 ini harus memiliki knowledge management dalam mengembangkan diri karyawan, agar karyawan dapat lebih meningkatkan kinerja dan produktivitas. Knowledge Management adalah suatu rangkaian kegiatan yang dipergunakan oleh Perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan menyalurkan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam Perusahaan.

Pada Abad ke-21 ini HRD membutuhkan orang-orang seperti berikut :

1.      Creative, yaitu orang yang mampu membuat proses lebih efisien dan efektif dan mampu menciptakan nilai.

2.      Spesific Skill, yaitu orang mempunyai keahlian yang lebih jelas dan mendalam.

3.      Multi Tasking, yaitu orang yang mempunyai berbagai macam keahlian atau kemampuan.

 


World Class Skill

            World Class Skill adalah orang yang mempunyai keahlian kelas dunia (world class skill) yaitu orang yang dapat menyisihkan sebagian besar waktunya untuk belajar dan berlatih selama 10.000 jam, untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya dalam bidang tertentu.

 

Aspek-aspek Pengembangan Diri

1.      Pengembangan Diri dan Dunia Kita  (PD & DK), pada prinsip pengembangan diri, yaitu bagaimana kita memberikan diri kita pada dunia agar dunia dapat mengakui kemampuan kita yang dimana mampu membentuk citra diri positif sehingga dunia dapat dipercaya dan diandalkan.

2.      Pengembangan Diri Altruisme dan Kebahagiaan (PDA & K), HRD dalam sejatinya memiliki altruisme (semangat membantu) untuk membuat karyawan lebih pintar dan lebih berkembang kita akan mendapatkan kebahagiaan dengan memberi atau berbuat baik kepada orang lain. Seperti kata pepatah “apa yang ditanam itulah yang akan dipetik”, begitu juga dengan kebaikan jikan kita menanam kebaikan maka kita akan menghasilakn buah dari kebaikan tersebut. Aspek pengembangan diri ini menerapkan baha lebih banyak memberi maka akan lebih merasa bahagia.

3.      Pengembangan Diri dan Belajar (PD & B), hidup itu untuk belajar dalam mengejar ilmu agar kita banyak mengetahui hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Manusia belajar untuk mengekplorasi akal dan pikiran agar dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan potensi atau kemampuannya untuk dapat hidup mandiri.

Minggu, 06 Oktober 2013

Pengertian Tugas dan Fungsi HRD



HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT

HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya, HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “Kepegawaian”.  HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”.

Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Tugas, Tanggung Jawab dan Peran HRD dalam perusahaan antara lain :

1.      HRD bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja ( Preparation and Selection )

 
a)      Persiapan ( Preparation )

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal melakukan persiapan, antara lain factor internal dan factor eksternal. Faktor internal dalam persiapan meliputi jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen terkait, dan sebagainya. Sedangkan factor eksternal dalam hal persiapan meliputi hokum ketenagakerjaan, kondisi pangsa tenaga kerja, dan lain sebagainya.
 

b)      Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )

Recruitment adalah sebuah proses untuk mencari calon pegawai atau karyawan yang dapat memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini HRD perlu melakukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan ( job description ) dan juga spesifikasi pekerjaan ( job specification ).

 
c)      Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )

Pengertian dari seleksi tenaga kerja adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat. Tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi tenaga kerja, yaitu melihat daftar riwayat hidup/ CV, melakukan seleksi awal berdasarkan CV pelamar, pemanggilan pelamar untuk tes interview, menguji calon karyawan dengan test tertulis, proses interview/ wawancara kerja, dan proses selanjutnya.

 
2.      Pengembangan dan Evaluasi Karyawan ( Development and Evaluation )

Agar tenaga kerja atau karyawan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perusahaan atau organisasi, maka ia harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Proses pengembangan dan evaluasi karyawan dilakukan sebagai sebuah pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya, serta meningkatkan kinerja yang ada.

 
3.      Pemberian Kompensasi dan Proteksi pada Pegawai

Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian pada organisasi atau perusahaan.

 
Fungsi HRD :

Ø  Internal : HRD yang bekerja sebagai trainer terhadap pegawai di dalam perusahaan.

Ø  Eksternal : Pegawai HRD yang memeilki konseling diluar kategori perusahaan dapat dilihat dari tingkat kemampuan dan kemauan tinggi maka kemampuan akan mengikuti.
 

Seseorang HRD yang dapat dikatakan Baik :

·         I do what you love, love what you do : dimana orang yang berhasil dan dapat dikatakan baik dalam bidang HRDnya apabila ia melakukan pekerjaan atau kegiatan dengan cinta, dan ia mencintai kegiatan atau pekerjaan yang ia lakukan.
 

·         Gratefull : Tidak mudah menyerah , seseorang berhasil dalam pekerjaan karena ia tidak mudah menyerah dan terus berusahadengan semua masalah dan hambatan yang ada.
 

·         Healthy Live : bersyukur akan semua yang didapatkan dan selalu menerima apa yang telah ia lakukakan, karena ada pepatah bilang apa yang kamu tanam maka itu yang akan kamu dapatkan.

 
·         Integritas : orang yang berhasil dalam HRD adalah orang yang dapat berbicara dan dapat menerpakan perkataannya dengan perbuatan, tidak hanya itu ia juga dapat mengontrol pribadinya dengan norma-norma lingkngan yang ada.


·         Social Skill : kemampuan berhubungan dengan orang lain denngan baik dan dapat bergabung dengan berbagai kalangan dan golongan.

 
·         Dream and Think Big : bermimpi dan berpikir besar dimana setiap orang dapat bermimpi dan meluangkan pemikiran yang besar dan berkembang untuk perusahaan dan organisasi yang mereka naungi.

 
·         Confidence : kepercayaan diri mampu meningkatkan hasil yang maksimal.

 
·         On Time : tepat waktu, dengan kamu selalu disiplin untuk tepat waktu secara tidak sadar kamu merhargai dirimu dan orang lain.

 
·         Open Minded : berpikiran terbuka dan selalu mengikuti semua perubahan positif yang ada.

 
·         Respect : menghargai, menghormati dan peka akan suatu perubahan yang ada pada lingkungan sekeliling kita.

 
·         Never Give Up : jangan mudah putus asa.

 
·         Just Perfom : lakukan semaksimal mungkin dan berikan yang terbaik.

 
Tugas terpenting kepala HRD adalah :

Ø  Developing People yaitu pengembangan kemampuan pegawai dalam potensi kerja.

Ø  Dapat menyelesaikan masalah denngan 4 tahapan yaitu :

1)      Obeservasi

2)      Empati

3)      Berdialog

4)      Intropeksi

 
Ø  Meningkatkan kecerdasan, dimana kepala HRD selain dalam mengembangkan potensi pegawai ia wajib meningkatkan kecerdasan pegawai yang ia miliki.

 
Dalam HRD, pengembangannya lenih terpaku dalam mengembangkan intangibles dibandingkan tangibles, mengapa demikian?

·         Karena intangibles adalah aset yang tidak pernah habis dan dpat selalu dikembangkan kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun. Dan dalam intangibles juga dapat dilakukan pengembangan secara keseluruhan dari basic hingga kemampuan yang telah handal.
Sumber :
- Young on Top (Billy Boen, Andy F. Noya)